Minggu, 07 November 2021

2.1.a.9.Koneksi Antar Materi -Modul 2.1

 Oleh CGP angkatan 3

Juhaini Nasution,S.Pd

SDN 07 BILAH HULU

LabuhanBatu














1.4 .Aksi Nyata- Budaya positif

https://youtu.be/sLH2bpl3UeU 



 




                                                       OLEH CGP ANGKATAN 3

                                                       JUHAINI NASUTION,S.Pd 


                                          SDN 07 BILAH HULU LABUHANBATU


                                           FASILITATOR SUGIYANTO,S.Pd,M.Pd 


                             PENGAJAR PRAKTEK: HOTDIANA NABABAN,M.Pd


A. LATAR BELAKANG


    Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seorang guru saja, namun harus ada sinergitas dari seluruh warga sekolah untuk tercaainya sebuah visi sekolah .Dalam hal ini sekolah merupakan institusi yang berperan penting dalam pembentukan karakter siswa sebagaimana tujuan pendidikan, yakni mewujudkan pelajar indonesia yang memiliki profil pelajar pancasila.Dengan demikian guru berperan penting menuntun siswa dalam pembentukan karakter melalui penerapan budaya positif di sekolah.


B.TUJUAN DARI AKSI NYATA ,adalah


1.Menerapkan budaya positif pada seluruh warga sekolah.


2.Membuat kesepakatan tentang keyakinan kelas


3.Penggunaan posisi kontrol yang sesuaidengan meniadakan hukuman.


4.Penerapan segitiga restitusi berdasarkan keyakinan kelas


C.TOLOK UKUR KEBERHASILAN


     Guru sebagai penuntun murid dalam penerapan budaya positif,sebaiknya memiliki rambu-rambu yang jelas dalam menentukan keberhasilan dan ketercapaian dalam pelaksanaan budaya positif di sekolah. Salah satu tolok ukur keberhasilan atau ketercapaian dalam pelaksanaan budaya positif ini adalah jika budaya positif yang ingin diterapkan ini sudah bisa menjadi sebuah pembiasaan baik.


LINIMASA TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN


1.Melakukan perencanaan


2.Mengkomunikasikan perencanaan kepada kepala sekolah.


3. Mensosialisasikan budaya positif kepada teman sejawat.


4.Membuat kesepakatan kelas tentang budaya positif di sekolah.


5. Mengadakan evaluasi tentang ketercapaian kesepakatan kelas.


DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN


Adapun dukungan yang dibutuhkan adalah:


1.Kepala sekolah sebagai penanggung jawab semua kegiatan 


2.Rekan sejawat sebagai teman untuk berkolaborasi


3.Siswa sebagai pendukung kegiatan aksi nyata.


4.Wali murid sebagai motivator bagi putra putrinya.


5.Sarana prasarana sekolah


DESKRIPSI AKSI NYATA 


#Setelah melakukan sosialisasi kepada rekan guru,selanjutnya yang saya lakukan adalah melapor kepada kepala sekolah sebagai fasilitator agar dapat melakukan peran dan aksi nyata sebagai CGP untuk melakukan aksi nyata.


# Saya mulai melakukan aksi di kelas dengan memperkenalkan budaya positif kepada siswa .Dimulai dengan selalu berdoa sebelum dan sesudah belajar, sopan santun kepada guru , menghargai teman dan mematuhi tata tertib sekolah.


# Kemudian secara bersama-sama membuat kesepakatan kelas untuk dijadikan keyakinan kelas yang harus ditaati oleh seluruh warga kelas.


# Bertukar informasi dengan rekan sejawat dalam rangka mengidentifikasi otensi siswa dan berkolaborasi dalam menumbuh kembangkan karakter siswa.


#Membuat indikator ketercapaian untuk mengetahui progres yang dilakukan serta melakukan refleksi bersama rekan sejawat dan siswa terlibat dalam aksi nyata.








Rencana perbaikan


# Lebih terbuka dengan rekan guru dalam berbagi informasi dan praktisi yang telah dilakukan dalam rangka mewujudkan visi sekolah dan budaya positif di SDN 07 BILAH HULU


# Menumbuhkan budaya positif agar menjadi pembiasaan di SDN 07 BILAH HULU




Hasil dari Aksi nyata


Respon peserta didik positif, mereka senang dan apresiatif, bersemangat melakukan perubahan dikelas, menyepakati kesepakatan kelas, dan berniat ikhlas dan disiplin untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Dokumentasi









Rabu, 03 November 2021

RPP Berdiferensiasi kelas 3 & Pembelajaran Berdiferensiasi SD






Pembelajaran Berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir  kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya , karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberikan perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil . Karena pembelajaran Berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Ciri-ciri atau karakteristik pembelajaran Berdiferensiasi Antara lain:
# Lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar
# Kurikulum memiliki tujuan pembelajaran  yang didefinisikan secara jelas
# Terdapat penilaian berkelanjutan
# Guru menanggapi  atau merespon  kebutuhan belajar murid
# Manajemen kelas efektif

Contoh kelas yang menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi adalah ketika proses pembelajaran  guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksplotasi isi kurikulum, guru juga memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide , serta guru memberikan beragam pilihan dimana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari.

Contoh kelas yang belum menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi adalah guru lebih memaksakan kehendaknya sendiri. Guru tidak memahami minat , dan keinginan  murid. Kebutuhan belajar murid tidak semuanya  terpenuhi karena setiap proses pembelajaran menggunakan satu cara yang menurut guru sudah baik. Guru tidak memberikan beragam kegiatan dan beragam pilihan.

Untuk dapat menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi di kelas , hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain:

1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan 3 aspek yaitu:
* Kesiapan belajar
* Minat belajar
* Profil belajar murid ( bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)
2.Merencanakan pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan ( memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)
3.Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Pemetaan kebutuhan belajar merupakan  kunci pokok kita untuk dapat menentukan langkah selanjutnya. Jika hasil pemetaan kita tidak akurat maka rencana pembelajaran dan tindakan yang kita buat dan lakukan akan menjadi kurang tepat.Untuk memetakan kebutuhan belajar murid kita juga memerlukan data yang akurat baik dari murid, orang tua/ wali, maupun dari lingkungannya.Apalagi dimasa pandemi seperti ini, dimana murid melaksanakan PJJ sehingga interaksi secara langsung antara guru dengan murid sangat jarang. Akibatnya data yang kita kumpulkan untuk memetakan kebutuhan belajar murid sulit untuk tentukan valid atau tidaknya.

Dukungan dari orang tua dan murid untuk memberikan data yang lengkap dan benar sesuai kenyataan yang ada. Terdapat 3 strategi diferensiasi diantaranya:

1. Diferensiasi konten
Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadap kesiapan, minat dan profil  belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya.
2.Diferensiasi proses
Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:
a. Menggunakan kegiatan berjenjang
b. Menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan disudut - sudut minat 
c. Membuat agenda individual untuk murid
d. Mengembangkan kegiatan bervariasi
3.Diferensiasi produk
Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita( karangan, pidato, rekaman, diagram) atau sesuatu yang ada wujudnya.
Produk yang diberikan meliputi 2 hal:
a. Memberikan tantangan dan keberagaman atau variasi
b. Memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Penerapan pembelajaran Berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas dan terutama kepada murid.Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua  murid bisa kita berlakukan sama.Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya.

Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi antara lain: setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi , kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik.Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal.

Dalam pembelajaran Berdiferensiasi tentunya kita akan mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Guru harus tetap dapat bersikap positif, untuk tetap dapat bersikap positif meskipun banyak tantangan dalam menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi adalah:

1. Terus belajar dan berbagi pengalaman dengan teman sejawat lainnya yang mempunyai masalah yang sama dengan kita( membentuk Learning Community).
2. Saling mendukung dan memberikan semangat dengan sesama teman sejawat.
3. Menerapkan apa yang sudah kita peroleh dan bisa  kita terapkan meskipun belum maksimal.
4.Terus berusaha untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah diterapkan.

Pembelajaran Berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah sistem" Among" , guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya. Hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran Berdiferensiasi.Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal itu sejalan dengan pembelajaran Berdiferensiasi.

Selasa, 02 November 2021

2.1. 7. DEMONSTRASI KONSTEKTUAL -MODUL 2.1

https://drive.google.com/file/d/1a-a-xvhHMVShhoATCABpRNoTr2SXsuzp/view?usp=drivesdk                                                RPP BERDIFERENSIASI KELAS 4

                                             OLEH CGP ANGKATAN 3

                                              JUHAINI NASUTION,S.Pd

                                                  SDN 07 BILAH HULU

                                                     LABUHANBATU

      Pada tugas hari ini  memaparkan tentang  Demonstrasi Konstektual yang  saya lakukan  tentang  pembelajaran berdiferensiasi , yaitu membuat rancangan RPP berdasarkan pemetaan kebutuhan belajar  siswa danpenerapan strategi  Diferensiasi.Pada Demonstrasi  Konstektual  kali ini saya  mencoba membuat RPP  dengan mempertimbangkan  kesiapan , ketertarikan  dan kebutuhan  belajar murid di kelas. Langkah Awal  yang saya lakukan :

1.Menganalisis kebutuhan belajar, dengan membagikan  formulir yang berisi pertanyaan yang dapat memetakan  kebutuhan belajar siswaberdasarkan profil belajar siswa.

2.Menganalisis strategi diferensiasi, dengan menganalisis  2 strategi  diferensiasi yaitu proses  dan produk berdasarkan hasil  pemetaan kebutuhan  belajar siswa.

Saya  dapat  mendemonstrasikan apa yang  telah saya pahami dengan pembelajaran berdiferensiasi dan  mengetahui alasan  mengapa pembelajaran  berdiferensiasi  sangat diperlukan.Itu karena dengan pembelajaran berdiferensiasi  bisa membantu  setiap murid  tumbuh semaksimal mungkin  sesuai  kemampuan nya.Dengan demikian  guru akan berusaha  mengetahui perkembangan  setiap muridnya dan perkembangan kelasnya secara keseluruhan.





Pemahaman  saya  tentang pembelajaran  berdiferensiasi  dapat membantu  saya dalam memecahkan  permasalahan  pembelajaran  yang saya hadapi sehari- hari .Dengan kata lain  bahwa pembelajaran  diferensiasi  adalah menciptakan  suatu kelas yang beragam  dengan memberikan  kesempatan dalam  meraih konten, memproses suatu ide, dan meningkatkan hasil setiap murid, sehingga murid-murid  akan bisa belajar  dengan efektif.

Salam sehat & Bahagia

Sabtu, 30 Oktober 2021

Kesan Pertama Bertemu dengan Pengajar praktek dan Fasilitator

      Ketika saya membaca pengumuman tentang kelulusan tahap 2 untuk calon guru penggerak sebenarnya saya ada rasa kuatir dan juga agak minder karena saya hanya seorang guru yang bersetatus honorer.Karena mungkin sering dianggap sepele dan tidak berharga Dimata orang lain.Kenapa saya berkata seperti itu ? Itu karena pernah saya dengar ada orang berkata tentang saya, kalo saya itu sangat bodoh makanya saya tidak lulus menjadi PNS.Bahkan ada juga karena saya itu kurang sedekah dan  ada juga yang berkata percuma sekolah tinggi - tinggi kalau hanya jadi honorer yang gajinya  lebih kecil dari asisten rumah tangga . Jujur saya mengabdi dan menjadi honorer bukan karena saya ingin mengharapkan gaji,tapi memang udah panggilan jiwa.Eh saya kok mala jadi curhat ya?? Maaf ya 😁😁😁

   Tapi mungkin kalau saya tidak menjadi  honorer saya tidak akan bisa berada di titik ini ,menjadi calon guru penggerak yang sudah saya jalani tiga bulan belakangan ini. Saya tidak akan bertemu dengan teman - teman CGP hebat dan juga Pengajar praktek saya Bu Hotdiana Nababan,M.Pd yang sangat saya kagumi,dan juga fasilitator saya Bapak Sugiyanto,S.Pd,M.Pd yang sangat Baik dan juga saya kagumi.Mereka adalah orang hebat bagi saya yang terus memotivasi saya dan mendukung saya.

  Awal saya bertemu dengan Pengajar praktek adalah ketika lokakarya 0 , walaupun waktu itu bertemu melalui kecanggihan teknologi. Dari situ saya sudah dapat melihat kalau beliau adalah orang hebat pilihan untuk bisa membimbing kami dalam kegiatan CGP ANGKATAN 3 ini bagi kelompok kami.Saya merasa senang dan beruntung bisa bertemu dengan beliau.Dan juga terutama bapak fasilitator kebanggaan kami,Bapak Sugiyanto,S.Pd,M.Pd, merupakan orang yang sangat selalu kami rindukan,tawanya disetiap kami bertemu di kegiatan  kami walau hanya dari teknologi ,bapak yang selalu memotivasi kami dan mendukung kami .Apalagi ketika kami berada dalam kondisi yang kadang mulai jenuh dan banyak masalah.Beliau selalu memberikan semangat kepada kami.

  Yang pastinya kesan pertama saya dengan Pengajar praktek dan fasilitator saya sudah merasa sangat dekat dengan beliau  berdua karena sejak diawal bertemu saya sudah merasa seperti keluarga sendiri. Kekeluargaan yang terjalin ini mudah - mudahan bisa tetap selamanya,walau sudah proses pendidikan CGP ini telah selesai.

Selasa, 26 Oktober 2021

SIMALAKAMA

    Perkenalkan saya seorang guru di SDN 07 BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU.Saya mengabdi sudah sekitar 14 tahun sebagai tenaga honorer. Banyak pengalaman yang saya alami selama menjadi seorang guru.Tapi  saya sangat senang bisa menjadi bagian  dari pendidik anak bangsa.Tapi selama saya menjadi seorang guru ,baru beberapa bulan ini saya merasa nikmat yang sangat luar biasa sebagai seorang guru.Kenapa saya berkata demikian? Ada salah satu alasan kenapa saya berkata seperti itu.
    Dan hal itu sebenarnya dimulai dari ajang coba- coba,dan saya juga tidak begitu paham dengan hal yang akan saya lakukan.Yaitu dengan mendaftar menjadi calon guru penggerak.Disaat itu saya ikut karena diajak oleh salah satu teman saya.Ayok mendaftar .Dan akhirnya saya mendaftar juga,dan ketika dipersyaratkan ada harus meminta izin dari kepala sekolah.Saya memberanikan diri untuk meminta izin .Awal nya kepala sekolah sempat menolak ,karena takut nantinya akan mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah.Tapi saya jelaskan kepada beliau bahwa ini tidak akan mengganggu.Setelah itu saya mengikuti berbagai tes agar bisa dinyatakan lulus seleksi dan bisa menjadi calon guru penggerak.Dan saya merasa sangat senang ketika mendapat kabar dari teman yang menyatakan saya lulus,dan saya berkata kamu dapat info darimana? Karena saya sempat kenak prank ketika membuka simpkb,bahwa saya gagal.Tapi ketika sudah saya lihat langsung pengumumannya saya baru percaya dan bahagia karena bisa menjadi bagian dari agent transformasi pendidikan.

PGP- Angkatan 3 - Kabupaten LabuhanBatu - Juhaini Nasution,S.Pd- 3.3.a.10.Aksi Nyata

GELIS( GERAKAN LITERASI SEKOLAH)                    Oleh CGP Angkatan 3                   JUHAINI NASUTION,S.Pd                         SDN ...